Di sebuah kerajaan bernama Enfirom, hidup seorang raja dan putri
tunggalnya bernama Gimni, Gimni seorang yang penyendiri, ia tidak pernah
mempunyai teman, karena orang-orang di kerajaan tersebut tidak ada yang
berani bermain dengannya, sehingga setiap ia berjalan, seluruh warga
merapat ke pinggir jalan dan memberikan jalan untuk sang putri, memang
keadaanya sangat terhormat dan di penuhi kemewahan, tapi itu semua tidak
meberinya kebahagiaan. Pada suatu sore dia melakukan kebiasaanya
bermain di taman, dia selalu
sendirian di taman, tiba-tiba datang seorang pengembala kambing.
Gimni: "hai kau tidak pernah ke sini sebelumnya, siapa namamu dan mengapa kau ke sini".
Pengembala:" namaku Baston, aku dari kerajaan seberang, rerumputan di kerajaanku sudah mulai habis jadi aku menyebrang ke sini, ngomong-ngomong namamu siapa? Kenapa kau sendirian".
Gimni:"aku tuan putri di kerajaan ini namaku Gimni".
Baston:"astaga tuan putri!, maaf jika aku tidak sopan".
Gimni:"tidak apa, hei apa kau mau bermain denganku?".
Baston:"tentu saja, aku senang bermain".
Gimni:"baiklah tetapi, kita bertemu di sini dengan jam yang sama, karena
hanya saat ini dan di sini aku bisa bebas dari pengawal-pengawal yang selalu mengikutiku".
Baston:"baiklah putri".
Hari demi hari pun mereka lewati bersama hingga akhirnya mereka saling mencintai, dan mereka pun beranjak dewasa, rajapun memikirkan calon suami untuk anaknya, tetapi raja tidak mengetahui hubungan anaknya dengan seorang pengembala, pada malam hari,raja pun
memanggil tuan putri Gimni,
raja:"Gimni, kau sudah beranjak dewasa, saatnya kau menikahi seseorang agar dia bisa menjadi pemimpin kerajaan ini, ayah telah berpikir untuk meikahkanmu dengan pangeran Arfei dari kerajaan Inglosius".
Gimni:"tapi ayah, bolehkah aku memilih pasanganku sendiri?".
Raja:"memangnya kau sudah bertemu pangeran atau raja muda lain?".
Gimni:"tidak ayah, dia bukan raja,pangeran, ataupun panglima, dia hanya seorang pengembala pendatang".
Raja:"apa?! Tidak! Kau tidak bisa menikahinya, kau harus tau gelar mu sebagai tuan putri".
Gimni:"mengapa ayah selalu mebedakan dengan keadaan sosial?! Aku mencintainya ayah"
Raja:"tidak ada cinta! Ayah akan menikahkanmu dengan pangeran Arfei".
Tuan putri pun menangis dan berlali memasuki kamar, dia berencana untuk kabur dan menemui Baston di kerajaannya, malam itu pun tuan putri kabur, dia pun berjalan dan menemukan Baston, dia memeluknya dan berkata bahwa dia hanya ingin menginap, Baston pun membolehkannya. Keesokan paginya seluruh rakyat
kerajaan panik karena khawatir akan hilangnnya tuan putri Gimni, berita pun di sebar sampai di desa tempat Baston tinggal, dia pun mengetahui berita itu dan menemui Gimni.
Baston:"Gimni aku perlu bicara dengamu" (karena mereka sudah menjadi
kekasih, diapun memanggil putri dengan namanya)
Gimni:"ada apa sayang?".
Baston:"apa kau kabur dari kerajaanmu? Mengapa?!".
Akhirnya putri menceritakan semuanya sambil menangis.
Baston:"Sayang,apa yang di katakan ayahmu benar, masa depanmu akan membaik, menikahlah dengan pangeran Arfei".
Gimni:"tetapi...".
Baston:"stttttt aku akan selalu mencintaimu dan mengingatmu sampai kapanpun, kau tetap kekasihku bagiku, kalau kau bersamaku, kau mau jadi apa?".
Gimni:"aku tidak peduli, aku ingin bersamamu!"
Baston:" jangan bodoh gimni! Kau harus berhasil!".
Akhirnya Baston pun mengembalikan Gimni kepada ayahnya, pernikahan akhirnya di laksanakan, Baston pun turut menghadirinya,
saat acara selesai, Gimni bertemu dengan Baston di taman tempat dulu mereka biasa bertemu.
Gimni:"Baston aku hanya ingin bilang kalau...."
Baston:"sttttttt tidak usah berkata apapun, aku akan selalu merasakan cintamu, kebahagiaanmu dan kesuksesanmu adalah senyumanku".(memotong pembicaraan Gimni)
Gimni:"lalu setelah ini kau mau apa?"
Baston:"aku tidak akan jadi pengembala lagi karena domba-dombaku sudah besar, aku akan mengembara untuk berpetualang dan mencari hal baru"
Gimni:" semoga kau beruntung, aku tidak akan melupakanmu"(sambil berlinang air mata putri Gimni pun
memeluk Baston), perlahan pelukannya melemah dan akhirnya terlepas, Baston pun berjalan pergi meninggalkan Gimni, kini tinggal kenangan yang bisa Gimni rasakan, berkat Baston ia bisa merasakan kebahagiaan. Dari kejauhan mata
memandang terlihat Baston berlalu sambil melambaikan tangan. Hari-hari pun berlalu, Gimni dan Arfei akhirnya memiliki anak Perempuan yang cantik bernama Pisia, dan mereka hidup sebagai keluarga yang bahagia...Tamat... kawan-kawan pesan yang
ingin aku sampaikan lewat cerita ini yaitu bahwa cinta itu tidak harus saling memiliki tetapi cinta itu rela berkorban
demi kebaikan yang di cintainya.
Dan kawan semua kalian bisa kok mengirim cerita seperti ini, karangan ataupun cerita nyata pengalamanmu,atau mau mencurahkan isi hati kamu dan nanti mungkin bisa aku kasih solusinya, dan kalau memang kamu ingin curahan hatimu di tampilkan, bisa kok di tampilkan di blog ini, jadi kirim aja ke aku lewat E-mail: ufan19061997@gmail.com, oh iya cerita yang kami tulis ini 100% asli karangan kita sendiri, jadi yang mau menyalin untuk di blog lain harap izin dulu ya, kalau enggak izin, setidaknya harus di beritahu bahwa sumbernya dari blog ini, okay guys thanks for read this story, hope you always enjoy, see you in another story.
Friend jangan lupa follow Twitter aku juga yah @ghufreeze .... kalau ada pertanyaan atau mau ada urusan, lewat twitter bisa atau email: Ufan19061997@gmail.com
sendirian di taman, tiba-tiba datang seorang pengembala kambing.
Gimni: "hai kau tidak pernah ke sini sebelumnya, siapa namamu dan mengapa kau ke sini".
Pengembala:" namaku Baston, aku dari kerajaan seberang, rerumputan di kerajaanku sudah mulai habis jadi aku menyebrang ke sini, ngomong-ngomong namamu siapa? Kenapa kau sendirian".
Gimni:"aku tuan putri di kerajaan ini namaku Gimni".
Baston:"astaga tuan putri!, maaf jika aku tidak sopan".
Gimni:"tidak apa, hei apa kau mau bermain denganku?".
Baston:"tentu saja, aku senang bermain".
Gimni:"baiklah tetapi, kita bertemu di sini dengan jam yang sama, karena
hanya saat ini dan di sini aku bisa bebas dari pengawal-pengawal yang selalu mengikutiku".
Baston:"baiklah putri".
Hari demi hari pun mereka lewati bersama hingga akhirnya mereka saling mencintai, dan mereka pun beranjak dewasa, rajapun memikirkan calon suami untuk anaknya, tetapi raja tidak mengetahui hubungan anaknya dengan seorang pengembala, pada malam hari,raja pun
memanggil tuan putri Gimni,
raja:"Gimni, kau sudah beranjak dewasa, saatnya kau menikahi seseorang agar dia bisa menjadi pemimpin kerajaan ini, ayah telah berpikir untuk meikahkanmu dengan pangeran Arfei dari kerajaan Inglosius".
Gimni:"tapi ayah, bolehkah aku memilih pasanganku sendiri?".
Raja:"memangnya kau sudah bertemu pangeran atau raja muda lain?".
Gimni:"tidak ayah, dia bukan raja,pangeran, ataupun panglima, dia hanya seorang pengembala pendatang".
Raja:"apa?! Tidak! Kau tidak bisa menikahinya, kau harus tau gelar mu sebagai tuan putri".
Gimni:"mengapa ayah selalu mebedakan dengan keadaan sosial?! Aku mencintainya ayah"
Raja:"tidak ada cinta! Ayah akan menikahkanmu dengan pangeran Arfei".
Tuan putri pun menangis dan berlali memasuki kamar, dia berencana untuk kabur dan menemui Baston di kerajaannya, malam itu pun tuan putri kabur, dia pun berjalan dan menemukan Baston, dia memeluknya dan berkata bahwa dia hanya ingin menginap, Baston pun membolehkannya. Keesokan paginya seluruh rakyat
kerajaan panik karena khawatir akan hilangnnya tuan putri Gimni, berita pun di sebar sampai di desa tempat Baston tinggal, dia pun mengetahui berita itu dan menemui Gimni.
Baston:"Gimni aku perlu bicara dengamu" (karena mereka sudah menjadi
kekasih, diapun memanggil putri dengan namanya)
Gimni:"ada apa sayang?".
Baston:"apa kau kabur dari kerajaanmu? Mengapa?!".
Akhirnya putri menceritakan semuanya sambil menangis.
Baston:"Sayang,apa yang di katakan ayahmu benar, masa depanmu akan membaik, menikahlah dengan pangeran Arfei".
Gimni:"tetapi...".
Baston:"stttttt aku akan selalu mencintaimu dan mengingatmu sampai kapanpun, kau tetap kekasihku bagiku, kalau kau bersamaku, kau mau jadi apa?".
Gimni:"aku tidak peduli, aku ingin bersamamu!"
Baston:" jangan bodoh gimni! Kau harus berhasil!".
Akhirnya Baston pun mengembalikan Gimni kepada ayahnya, pernikahan akhirnya di laksanakan, Baston pun turut menghadirinya,
saat acara selesai, Gimni bertemu dengan Baston di taman tempat dulu mereka biasa bertemu.
Gimni:"Baston aku hanya ingin bilang kalau...."
Baston:"sttttttt tidak usah berkata apapun, aku akan selalu merasakan cintamu, kebahagiaanmu dan kesuksesanmu adalah senyumanku".(memotong pembicaraan Gimni)
Gimni:"lalu setelah ini kau mau apa?"
Baston:"aku tidak akan jadi pengembala lagi karena domba-dombaku sudah besar, aku akan mengembara untuk berpetualang dan mencari hal baru"
Gimni:" semoga kau beruntung, aku tidak akan melupakanmu"(sambil berlinang air mata putri Gimni pun
memeluk Baston), perlahan pelukannya melemah dan akhirnya terlepas, Baston pun berjalan pergi meninggalkan Gimni, kini tinggal kenangan yang bisa Gimni rasakan, berkat Baston ia bisa merasakan kebahagiaan. Dari kejauhan mata
memandang terlihat Baston berlalu sambil melambaikan tangan. Hari-hari pun berlalu, Gimni dan Arfei akhirnya memiliki anak Perempuan yang cantik bernama Pisia, dan mereka hidup sebagai keluarga yang bahagia...Tamat... kawan-kawan pesan yang
ingin aku sampaikan lewat cerita ini yaitu bahwa cinta itu tidak harus saling memiliki tetapi cinta itu rela berkorban
demi kebaikan yang di cintainya.
Dan kawan semua kalian bisa kok mengirim cerita seperti ini, karangan ataupun cerita nyata pengalamanmu,atau mau mencurahkan isi hati kamu dan nanti mungkin bisa aku kasih solusinya, dan kalau memang kamu ingin curahan hatimu di tampilkan, bisa kok di tampilkan di blog ini, jadi kirim aja ke aku lewat E-mail: ufan19061997@gmail.com, oh iya cerita yang kami tulis ini 100% asli karangan kita sendiri, jadi yang mau menyalin untuk di blog lain harap izin dulu ya, kalau enggak izin, setidaknya harus di beritahu bahwa sumbernya dari blog ini, okay guys thanks for read this story, hope you always enjoy, see you in another story.
Friend jangan lupa follow Twitter aku juga yah @ghufreeze .... kalau ada pertanyaan atau mau ada urusan, lewat twitter bisa atau email: Ufan19061997@gmail.com